_7LoPMGh_kyGFq5ZCEELH0gZvEI

MegaPro Injeksi (PGM-FI) Hanya 1 Tipe, Ini Alasan Honda

 
Posting Februari 2014

MegaPro Injeksi (PGM-FI) Hanya 1 Tipe, Ini Alasan Honda 
Dikutip dari : Aditya Maulana - detikOto

Jakarta -Berbeda dengan model sebelumnya, MegaPro versi injeksi yang baru diluncurkan dengan harga Rp 20,45 juta ini hanya tersedia dengan 1 tipe yakni Casting Wheel (CW). Lalu apa alasanya menghilangkan tipe Spoke Wheel (SW)?

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Margono Tanuwijaya menjelaskan kalau sebelum meluncurkan MegaPro injeksi ini pihaknya terlebih dulu melakukan survei dan hasilnya kebanyakan konsumen yang membeli motor ini memilih tipe Casting Wheel (CW).

"Kita sudah menggunakan survei untuk segmen konsumen ini lebih banyak yang menyukai pelek racing dan ban tubles," ujar Margono di sela-sela acara peluncuran New MegaPro FI di JCC, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Alasan kedua lanjutnya, untuk konsumen yang menginginkan tipe Spoke Wheel atau pelek jari-jari AHM sudah menyiapkannya di tipe Honda Verza.

"Jadi yang suka pelek jari-jari bisa membeli Verza dan yang suka pelek racing bisa membeli MegaPro," katanya.

Sementara itu, Honda New MegaPro ini juga tersedia dalam 4 pilihan warna yakni Active White, Brave Black, Renegade Red dan Brace Blue.

========================================================================================
========================================================================================

Posting tahun 2012
BANK INDONESIA MEMPERKETAT ATURAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR


BI sebagai regulator dan pengawas dalam dunia perbankan di Indonesia, akan memperketat kredit untuk kendaraan bermotor dengan menerapkan batas minimum uang muka atau Dp yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan ini kemungkinan akan diterapkan mulai antara bulan Juni atau Juli 2012.


Untuk kredit kendaran bermotor roda dua atau sepeda motor jenis baru, ditentukan besaran uang muka (DP) minimal 25 persen dari harga OTR sepeda motor, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda empat atau mobil  sebesar 30 persen dari harga OTR. Keputusan BI ini berdasarkan surat edaran BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan angka kredit macet (Non Performing Loan / NPL).

Jadi masyarakat kemungkinan tidak bisa lagi menikmati Dp kredit motor dengan besaran Rp. 500 ribu.


Pada tahun ini total angka kredit macet (NPL) di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan, karena telah mancapai di angka 4,8 persen, dimana BI menetapkan batas aman NPL adalah 5 persen. Memang yang menjadi penyumbang NPL terbesar berasal dari kredit kendaraan dengan Dp rendah.

Tentu kebijakan ini bagi perusahaan Multifinance dirasa cukup memberatkan, karena akan berimbas menurunnya angka pengucuran kredit, sehingga dengan segala keterpaksaan perusahaan akan melakukan PHK terhadap karyawannya. Hal ini kemungkinan juga akan berimbas kepada produsen otomotif yang selama ini menggantungkan pembiayaan dari perusahaan multifinance.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

mohon tulis alamat email anda

KREDIT MOTOR YAMAHA, HONDA, MIO, XEON, VIXION, JUPITER, VEGA, BEAT, REVO, BLADE Headline Animator